
Di antara Bintang di Surga, aku menemukan Cinta Luar Biasa.
Ada Kisah Kasih di Sekolah, berubah menjadi Sebuah Kisah Klasik kita.
Dulu kau adalah Teman Hidup, tempatku pulang ketika Hampa.
Kini tinggal Kenangan Terindah, dan sebuah rasa bernama Kangen.
Aku mencoba Pergi Hilang dan Lupakan, namun hati berkata Jangan Hilangkan Dia.
Sebab mungkin ini Cinta Sejati, yang datang tanpa pernah meminta.
Aku pernah bilang Aku Milikmu, kau menjawab Aku Bukan Untukmu.
Aku diam, menatap jauh,
dan semua terasa jatuh.
Satu cerita, satu nama
Satu cerita, masih sama
Satu cerita di dada
Kau tetap tinggal di sana
Satu cerita, jangan pergi
Satu cerita, di hati ini
Satu cerita yang tak usai
Meski waktu terus berjalan
Aku simpan semua jejak di sudut hari yang paling sepi.
Ada tawa yang dulu hangat, kini cuma singgah lalu pergi.
Bila malam memutar ulang semua yang pernah kita bagi,
aku belajar menahan rindu, walau tak pernah benar-benar rapi.
Kalau nanti kau bertanya, siapa yang paling mengerti,
namamu tetap jadi jawaban di setiap ruang yang sunyi.
Aku pernah bilang Aku Milikmu, kau menjawab Aku Bukan Untukmu.
Aku tetap di sini,
masih memanggilmu pelan.
Satu cerita, satu nama
Satu cerita, masih sama
Satu cerita di dada
Kau tetap tinggal di sana
Satu cerita, jangan pergi
Satu cerita, di hati ini
Satu cerita yang tak usai
Meski waktu terus berjalan
Kalau memang harus berakhir,
biar aku yang paling akhir melepaskan.
Tapi bila satu hari kau kembali,
aku masih simpan ruang untuk pulang.
Satu cerita, satu nama
Satu cerita, masih sama
Satu cerita di dada
Kau tetap tinggal di sana
Satu cerita, jangan pergi
Satu cerita, di hati ini
Satu cerita yang tak usai
Meski waktu terus berjalan