
Langit itu
Bukan sekadar hitam
Ia seperti kelopak mata
Tertutup
Menyimpan semua rahsia
Yang kita takut namakan
Di situ aku berdiri
Seorang
Di ambang fikiranku sendiri
Angin sejuk
Menarik setiap nafas
Jadi soalan
Aku melangkah di dalam diriku
Lorong-lorong panjang
Dipahat dari ingatan lama
Dindingnya lembap
Berbau hujan yang tak pernah turun
Di dunia luar
Setiap gema tapak kaki
Bunyi getar halus
Seperti rentak tarian lama
Yang pernah nenek bisikkan
Di tepi lampu malap
Tentang kasih
Yang diuji masa
Di bawah langit gelap ini
Aku ikat satu janji
Bukan pada bintang
Yang mudah jatuh
Tapi pada bayangku sendiri
Yang tak pernah lari
Jika hatimu goyah
Aku akan menjadi bumi
Tempat resahmu mendarat
Jika langkahmu hilang
Aku akan menjadi jalan
Yang menunggu
Tanpa berpaling
Ada suara kecil
Di sudut fikiranku
Bertanya
“Bagaimana kalau cinta ini
Hanya ilusi
Dilukis oleh takut dan rindu?”
Aku berhenti
Meletakkan tangan di dada
Merasai degup
Seperti beduk jauh
Rentaknya perlahan
Tetap
Mengiringi lafaz
Yang belum terucap
Di bawah langit gelap ini
Aku ikat satu janji
Bukan pada bintang
Yang mudah jatuh
Tapi pada bayangku sendiri
Yang tak pernah lari
Jika hatimu goyah
Aku akan menjadi bumi
Tempat resahmu mendarat
Jika langkahmu hilang
Aku akan menjadi jalan
Yang menunggu
Tanpa berpaling
Dunia di sekeliling
Mungkin runtuh
Dengan bunyi yang tak sempat
Kita namakan
Tapi di dalam kepala
Di takhta yang tiada sesiapa nampak
Aku mengangkat namamu
Sebagai doa yang berulang
Jika satu hari
Kau berdiri sendirian
Menatap langit yang sama
Ingatlah
Ada seorang insan
Pernah berjanji
Di ruang gelap fikirannya
Untuk mencintaimu
Lebih jauh
Daripada segala ketakutanmu
Di bawah langit gelap ini
Aku ikat satu janji
Bukan pada bintang
Yang mudah jatuh
Tapi pada bayangku sendiri
Yang tak pernah lari
Jika hatimu goyah
Aku akan menjadi bumi
Tempat resahmu mendarat
Jika langkahmu hilang
Aku akan menjadi jalan
Yang menunggu
Hingga gelap terakhir
Berundur dari mata kita